Manakala hati menggeliat mengusik renungan
Mengulang kenangan saat cinta menemui cinta
Suara sang malam dan siang seakan berlagu
Dapat aku dengar rindumu memanggil namaku
Saat aku tak lagi di sisimu
Ku tunggu kau di keabadian
Aku tak pernah pergi, selalu ada di hatimu
Kau tak pernah jauh, selalu ada di dalam hatiku
Sukmaku berteriak, menegaskan ku cinta padamu
Terima kasih pada maha cinta menyatukan kita
Saat aku tak lagi di sisimu
Ku tunggu kau di keabadian
Cinta kita melukiskan sejarah
Menggelarkan cerita penuh suka cita
Sehingga siapa pun insan Tuhan
Pasti tahu cinta kita sejati
Saat aku tak lagi di sisimu
Ku tunggu kau di keabadian
Cinta kita melukiskan sejarah
Menggelarkan cerita penuh suka cita
Sehingga siapa pun insan Tuhan
Pasti tahu cinta kita sejati
Lembah yang berwarna
Membentuk melekuk memeluk kita
Dua jiwa yang melebur jadi satu
Dalam kesunyian cinta
Cinta kita melukiskan sejarah
Menggelarkan cerita penuh suka cita
Sehingga siapa pun insan Tuhan
Pasti tahu cinta kita sejati
Minggu, 30 Desember 2012
puisi dari Bapak B.J. Habibie untuk Ibu Hasri Ainun Besari
Sebenarnya ini bukan tentang kematianmu, bukan itu. Karena, aku tahu
bahwa semua yang ada pasti menjadi tiada pada akhirnya, dan kematian
adalah sesuatu yang pasti, dan kali ini adalah giliranmu untuk pergi,
aku sangat tahu itu.
Tapi yang membuatku tersentak sedemikian hebat, adalah kenyataan bahwa kematian benar-benar dapat memutuskan kebahagiaan dalam diri seseorang, sekejap saja, lalu rasanya mampu membuatku menjadi nelangsa setengah mati, hatiku seperti tak di tempatnya, dan tubuhku serasa kosong melompong, hilang isi.
Kau tahu sayang, rasanya seperti angin yang tiba-tiba hilang berganti kemarau gersang. Pada airmata yang jatuh kali ini, aku selipkan salam perpisahan panjang, pada kesetiaan yang telah kau ukir, pada kenangan pahit manis selama kau ada. Aku bukan hendak megeluh, tapi rasanya terlalu sebentar kau disini.
Mereka mengira aku lah kekasih yang baik bagimu sayang, tanpa mereka sadari, bahwa kaulah yang menjadikan aku kekasih yang baik. Mana mungkin aku setia padahal memang kecenderunganku adalah mendua, tapi kau ajarkan aku kesetiaan, sehingga aku setia, kau ajarkan aku arti cinta, sehingga aku mampu mencintaimu seperti ini.
Selamat jalan, Kau dari-Nya, dan kembali pada-Nya, kau dulu tiada untukku, dan sekarang kembali tiada.
Selamat jalan sayang, cahaya mataku, penyejuk jiwaku,
Selamat jalan, calon bidadari surgaku ....
B.J. Habibie
Tapi yang membuatku tersentak sedemikian hebat, adalah kenyataan bahwa kematian benar-benar dapat memutuskan kebahagiaan dalam diri seseorang, sekejap saja, lalu rasanya mampu membuatku menjadi nelangsa setengah mati, hatiku seperti tak di tempatnya, dan tubuhku serasa kosong melompong, hilang isi.
Kau tahu sayang, rasanya seperti angin yang tiba-tiba hilang berganti kemarau gersang. Pada airmata yang jatuh kali ini, aku selipkan salam perpisahan panjang, pada kesetiaan yang telah kau ukir, pada kenangan pahit manis selama kau ada. Aku bukan hendak megeluh, tapi rasanya terlalu sebentar kau disini.
Mereka mengira aku lah kekasih yang baik bagimu sayang, tanpa mereka sadari, bahwa kaulah yang menjadikan aku kekasih yang baik. Mana mungkin aku setia padahal memang kecenderunganku adalah mendua, tapi kau ajarkan aku kesetiaan, sehingga aku setia, kau ajarkan aku arti cinta, sehingga aku mampu mencintaimu seperti ini.
Selamat jalan, Kau dari-Nya, dan kembali pada-Nya, kau dulu tiada untukku, dan sekarang kembali tiada.
Selamat jalan sayang, cahaya mataku, penyejuk jiwaku,
Selamat jalan, calon bidadari surgaku ....
B.J. Habibie
Habibie & Ainun Film
film ini adalah film Indonesia terindah dan teromantis yang pernah saya lihat. benar-benar sangat menginspirasi bagi pasangan-pasangan muda. dan memiliki nilai-nilai positif yang dapat di ambil oleh para kaum muda. bagi yang belum menonton saya sarankan untuk menonton :)
Kamis, 20 Desember 2012
20-12-2012
hari ini adalah tanggal yang sangat cantik. jika dilihat sekilas mungkin tidak ada yang istimewa. tapi jika kita lihat lagi bahwa format dari penggabungan tanggal dan tahun tersebut "20122012" sama persis.
bagi para remaja biasanya di tanggal cantik seperti ini "jadian" atau bahkan para sepasang kekasih mereka akan melangsungkan pernikahan. alasan nya agar momen yang penting tersebut bisa selalu di ingat di tanggal yang juga cantik. tradisi ini muncul begitu saja, menjadi trend tersendiri terutama di kalangan remaja. walaupun sebenarnya pada tanggal 21 atau esok hari di isukan sebagai hari kiamat. para remaja-remaja tersebut tidak terpengaruh.
tidak semua orang mengalami hal baik di tanggal yang cantik ini. ada juga yang justru malah "bubar" dengan kekasih nya. atau juga masih saja "jomblo" atau single. bagi para remaja silakan mengisi tanggal yang cantik ini dengan momen teristimewa kalian yaa :)
bagi para remaja biasanya di tanggal cantik seperti ini "jadian" atau bahkan para sepasang kekasih mereka akan melangsungkan pernikahan. alasan nya agar momen yang penting tersebut bisa selalu di ingat di tanggal yang juga cantik. tradisi ini muncul begitu saja, menjadi trend tersendiri terutama di kalangan remaja. walaupun sebenarnya pada tanggal 21 atau esok hari di isukan sebagai hari kiamat. para remaja-remaja tersebut tidak terpengaruh.
tidak semua orang mengalami hal baik di tanggal yang cantik ini. ada juga yang justru malah "bubar" dengan kekasih nya. atau juga masih saja "jomblo" atau single. bagi para remaja silakan mengisi tanggal yang cantik ini dengan momen teristimewa kalian yaa :)
brother grimms fairy tale (little red cap)
The brothers Grimm - KHM 026
Once upon a time there was a sweet little girl. Everyone who saw her liked her, but most of all her grandmother, who did not know what to give the child next. Once she gave her a little cap made of red velvet. Because it suited her so well, and she wanted to wear it all the time, she came to be known as Little Red Cap. One day her mother said to her, “Come Little Red Cap. Here is a piece of cake and a bottle of wine. Take them to your grandmother. She is sick and weak, and they will do her well. Mind your manners and give her my greetings. Behave yourself on the way, and do not leave the path, or you might fall down and break the glass, and then there will be nothing for your sick grandmother.”
Little Red Cap promised to obey her mother. The grandmother lived out in the woods, a half hour from the village. When Little Red Cap entered the woods a wolf came up to her. She did not know what a wicked animal he was, and was not afraid of him. “Good day to you, Little Red Cap.” - “Thank you, wolf.” - “Where are you going so early, Little Red Cap?” - “To grandmother’s.” - “And what are you carrying under your apron?” - “Grandmother is sick and weak, and I am taking her some cake and wine. We baked yesterday, and they should give her strength.” - “Little Red Cap, just where does your grandmother live?” - “Her house is a good quarter hour from here in the woods, under the three large oak trees. There’s a hedge of hazel bushes there. You must know the place,” said Little Red Cap. The wolf thought to himself, “Now there is a tasty bite for me. Just how are you going to catch her?” Then he said, “Listen, Little Red Cap, haven’t you seen the beautiful flowers that are blossoming in the woods? Why don’t you go and take a look? And I don’t believe you can hear how beautifully the birds are singing. You are walking along as though you were on your way to school in the village. It is very beautiful in the woods.”
Little Red Cap opened her eyes and saw the sunlight breaking through the trees and how the ground was covered with beautiful flowers. She thought, “If a take a bouquet to grandmother, she will be very pleased. Anyway, it is still early, and I’ll be home on time.” And she ran off into the woods looking for flowers. Each time she picked one she thought that she could see an even more beautiful one a little way off, and she ran after it, going further and further into the woods. But the wolf ran straight to the grandmother’s house and knocked on the door. “Who’s there?” - “Little Red Cap. I’m bringing you some cake and wine. Open the door for me.” - “Just press the latch,” called out the grandmother. “I’m too weak to get up.” The wolf pressed the latch, and the door opened. He stepped inside, went straight to the grandmother’s bed, and ate her up. Then he took her clothes, put them on, and put her cap on his head. He got into her bed and pulled the curtains shut.
Little Red Cap had run after flowers, and did not continue on her way to grandmother’s until she had gathered all that she could carry. When she arrived, she found, to her surprise, that the door was open. She walked into the parlor, and everything looked so strange that she thought, “Oh, my God, why am I so afraid? I usually like it at grandmother’s.” Then she went to the bed and pulled back the curtains. Grandmother was lying there with her cap pulled down over her face and looking very strange. “Oh, grandmother, what big ears you have!” - “All the better to hear you with.” - “Oh, grandmother, what big eyes you have!” - “All the better to see you with.” - “Oh, grandmother, what big hands you have!” - “All the better to grab you with!” - “Oh, grandmother, what a horribly big mouth you have!” - “All the better to eat you with!” And with that he jumped out of bed, jumped on top of poor Little Red Cap, and ate her up.
As soon as the wolf had finished this tasty bite, he climbed back into bed, fell asleep, and began to snore very loudly. A huntsman was just passing by. He thought it strange that the old woman was snoring so loudly, so he decided to take a look. He stepped inside, and in the bed there lay the wolf that he had been hunting for such a long time. “He has eaten the grandmother, but perhaps she still can be saved. I won’t shoot him,” thought the huntsman. So he took a pair of scissors and cut open his belly. He had cut only a few strokes when he saw the red cap shining through. He cut a little more, and the girl jumped out and cried, “Oh, I was so frightened! It was so dark inside the wolf’s body!” And then the grandmother came out alive as well. Then Little Red Cap fetched some large heavy stones. They filled the wolf’s body with them, and when he woke up and tried to run away, the stones were so heavy that he fell down dead.
The three of them were happy. The huntsman took the wolf’s pelt. The grandmother ate the cake and drank the wine that Little Red Cap had brought. And Little Red Cap thought to herself, “As long as I live, I will never leave the path and run off into the woods by myself if mother tells me not to.”
They also tell how Little Red Cap was taking some baked things to her grandmother another time, when another wolf spoke to her and wanted her to leave the path. But Little Red Cap took care and went straight to grandmother’s. She told her that she had seen the wolf, and that he had wished her a good day, but had stared at her in a wicked manner. “If we hadn’t been on a public road, he would have eaten me up,” she said. “Come,” said the grandmother. “Let’s lock the door, so he can’t get in.” Soon afterward the wolf knocked on the door and called out, “Open up, grandmother. It’s Little Red Cap, and I’m bringing you some baked things.” They remained silent, and did not open the door. The wicked one walked around the house several times, and finally jumped onto the roof. He wanted to wait until Little Red Cap went home that evening, then follow her and eat her up in the darkness. But the grandmother saw what he was up to. There was a large stone trough in front of the house. “Fetch a bucket, Little Red Cap,” she said. “Yesterday I cooked some sausage. Carry the water that I boiled them with to the trough.” Little Red Cap carried water until the large, large trough was clear full. The smell of sausage arose into the wolf’s nose. He sniffed and looked down, stretching his neck so long that he could no longer hold himself, and he began to slide. He slid off the roof, fell into the trough, and drowned. And Little Red Cap returned home happily and safely.
END
SUMBER : http://www.grimmstories.com/en/grimm_fairy-tales/index
Rabu, 19 Desember 2012
Hari Ibu / Mother's day :*
Hari Ibu adalah hari peringatan atau perayaan terhadap peran seorang ibu dalam keluarganya, baik untuk suami, anak-anak, maupun lingkungan sosialnya.
Peringatan dan perayaan biasanya dilakukan dengan membebastugaskankan ibu dari tugas domestik yang sehari-hari dianggap merupakan kewajibannya, seperti memasak, merawat anak, dan urusan rumah tangga lainnya. Kalau Ayah mempunyai slogan yaitu Surganya Ibu di bawah kaki Ayah, tetapi slogan Ibu adalah Surganya Anak di bawah kaki Ibu.
Di Indonesia hari ini dirayakan pada tanggal 22 Desember dan ditetapkan sebagai perayaan nasional.
Sementara di Amerika dan lebih dari 75 negara lain, seperti Australia, Kanada, Jerman, Italia, Jepang, Belanda, Malaysia, Singapura, Taiwan, dan Hong Kong, Hari Ibu atau Mother’s Day (dalam bahasa Inggris) dirayakan pada hari Minggu di pekan kedua bulan Mei. Di beberapa negara Eropa dan Timur Tengah, Hari Perempuan Internasional atau International Women's Day (dalam bahasa Inggris) diperingati setiap tanggal 8 Maret. Kini, Hari Ibu di Indonesia diperingati untuk mengungkapkan rasa sayang dan terima kasih kepada para ibu, memuji keibuan para ibu.
SUMBER : http://id.wikipedia.org/wiki/Hari_Ibu#Hari_Ibu_di_Indonesia
hayooo.. teman-teman blogger, mulai dari sekarang jangan durhaka atau semena-mena lagi yaa pada seorang ibu. peringatan hari ibu ini mengingatkan pada kita semua untuk selalu berbakti kepada orang tua terutama pada ibu. jangan hanya pada hari ibu saja kita mengasihi ibu tapi untuk seterusnya dan selamanya. SELAMAT HARI IBU BAGI YANG MERAYAKAN ;)
Fakta NASA Terkait Kiamat 21 Desember 2012
Ilustrasi yang dihasilkan dari gambar komputer (Foto: News)
CALIFORNIA - National Aeronautics and Space
Administration (NASA) mengatakan, ada segelintir orang yang berencana
untuk merayakan dalam skala besar terkait berakhirnya dunia yang jatuh
pada 21 Desember 2012. Berdasarkan kalender suku Maya, tanggal tersebut
merupakan siklus berakhirnya kalender Maya atau menandakan akhir dari
b'ak'tun ke 13.
Badan antariksa asal Amerika Serikat ini juga mengatakan, beberapa dari mereka yang percaya kabar mengenai kiamat di 21 Desember 2012, merasa tertekan secara psikologis. Sehingga, rumor tersebut mempengaruhi aktivitas kehidupan mereka dan berujung pada aksi bunuh diri remaja.
Internet menjadi media efektif yang juga berperan dalam menyebarkan informasi mengenai kiamat di 2012. Media online dikatakan sebagai media yang turut menyebarkan terkait beredarnya desas-desus planet asing, Nibiru, yang akan menghujam Bumi di 2012.
Pekan lalu, Pemerintah Rusia mencoba untuk "mencerahkan" dan mengakhiri pembicaraan hari kiamat, setelah orang-orang mulai panik. Sebagian dari mereka dikabarkan menimbun persediaan, sehingga mereka masih memiliki minyak tanah serta kebutuhan lainnya untuk menghadapi rumor kiamat tersebut.
Menyikapi kepanikan masyarakat dunia, Ilmuwan NASA mengambil langkah serius untuk meredakan situasi tersebut dengan menerbitkan sebuah lembar fakta yang bertajuk Beyond 2012: Why the World Won't End, yang berisi tentang informasi bahwa tak ada kiamat di 21 Desember 2012.
NASA juga menjelaskan, tidak ada planet Nibiru atau planet apapun yang akan menghantam Bumi. Rotasi bumi juga tidak secara mendadak terbalik (reverse), serta tidak ada bahaya dari badai matahari raksasa.
"Dunia tidak akan berakhir pada 2012. Planet kita baik-baik saja untuk lebih dari 4 miliar tahun (ke depan). Ilmuwan yang kredibel di seluruh dunia tahu bahwa tidak ada ancaman yang terkait dengan 2012," tegas NASA, seperti dikutip News, Selasa (4/12/2012). (fmh)
Badan antariksa asal Amerika Serikat ini juga mengatakan, beberapa dari mereka yang percaya kabar mengenai kiamat di 21 Desember 2012, merasa tertekan secara psikologis. Sehingga, rumor tersebut mempengaruhi aktivitas kehidupan mereka dan berujung pada aksi bunuh diri remaja.
Internet menjadi media efektif yang juga berperan dalam menyebarkan informasi mengenai kiamat di 2012. Media online dikatakan sebagai media yang turut menyebarkan terkait beredarnya desas-desus planet asing, Nibiru, yang akan menghujam Bumi di 2012.
Pekan lalu, Pemerintah Rusia mencoba untuk "mencerahkan" dan mengakhiri pembicaraan hari kiamat, setelah orang-orang mulai panik. Sebagian dari mereka dikabarkan menimbun persediaan, sehingga mereka masih memiliki minyak tanah serta kebutuhan lainnya untuk menghadapi rumor kiamat tersebut.
Menyikapi kepanikan masyarakat dunia, Ilmuwan NASA mengambil langkah serius untuk meredakan situasi tersebut dengan menerbitkan sebuah lembar fakta yang bertajuk Beyond 2012: Why the World Won't End, yang berisi tentang informasi bahwa tak ada kiamat di 21 Desember 2012.
NASA juga menjelaskan, tidak ada planet Nibiru atau planet apapun yang akan menghantam Bumi. Rotasi bumi juga tidak secara mendadak terbalik (reverse), serta tidak ada bahaya dari badai matahari raksasa.
"Dunia tidak akan berakhir pada 2012. Planet kita baik-baik saja untuk lebih dari 4 miliar tahun (ke depan). Ilmuwan yang kredibel di seluruh dunia tahu bahwa tidak ada ancaman yang terkait dengan 2012," tegas NASA, seperti dikutip News, Selasa (4/12/2012). (fmh)
SUMBER : http://techno.okezone.com/read/2012/12/03/56/726606/fakta-nasa-terkait-kiamat-21-desember-2012
Langganan:
Komentar (Atom)